Membahas persoalan ekonomi memang tidak ada habisnya. Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Perubahan drastis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat telah merubah transaksi jual dan beli. Beberapa industri telah mengalami keterpurukan akibat wabah pandemi Covid-19 dan beberapa industri mendapat keuntungan akibat wabah tersebut. Namun secara keseluruhan Indonesia mengalami pertumbuhan yang negatif pada tiga bulan pertama dan tiga bulan kedua 2020, hal ini mengharuskan kita untuk beradaptasi menelusuri arus baru perekonomian Indonesia. Dengan berbagai strategi yang sudah maupun yang akan diterapkan untuk memulihkan perekonomian Negara Indonesia khususnya. Kebijakan-kebijakan pemulihan perekonomian yang dibuat pemerintah tentunya perlu pengkajian yang lebih mendalam dengan memperhatikan nilai-nilai dasar ekonomi islam terutama dalam hal keadilan serta kemanusiaan. Sehingga terciptanya nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan didalam upaya pemulihan perekonomian tersebut.
Didalam sistem ekonomi islam memiliki nilai dasar keadilan dan kemanusiaan. Ketika membahas mengenai kemanusiaan maka disitu terdapat dua ciri prinsip kemanusiaan yaitu nilai keadilan serta nilai keberadaban, yakni kemanusiaan yang berkeadilan dan kemanusiaan yang berkeadaban. Maka dari itu ketika kita membahas tentang kemanusiaan maka secara otomatis keadilan pun ikut serta menjadi pembahasan. Nilai dasar kemanusiaan dalam ekonomi islam tersebut akan lebih jelas ketika ada hal yang bertentangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Membahas mengenai ekonomi pasti tidak lepas dari sifat keduniawian. Ketika hal tersebut tidak dilandasi dengan nilai islami, maka akan timbul sifat angkara murka atau keserakahan. Sebenarnya ketika kita mampu melihat bahwa sumber daya alam yang diberikan oleh Allah kepada manusia secara kuantitas dan kualitas telah serba mencukupi, bahkan tidak hanya bagi manusia saja melainkan untuk makhluk-makhluk Allah lainnya. Namun, hal yang menjadi perbincangan adalah mengenai manajemen terhadap kekayaan sumber daya alam tersebut oleh kesatuan sosial dan permainan politik ekonomi yang kerap kali justru menciptakan suatu ketidakadilan dan secara tidak langsung menghilangkan nilai dasar kemanusiaan bahkan menciptakan tidak keseimbangan dalam berkehidupan. Sehingga, timbulnya kekayaan yang berlebihan di salah satu pihak, serta kemiskinan bahkan kelangkaan di pihak lain.
Dalam bidang ilmu ekonomi yang sangat luas pembahasannya, tentunya tidak lepas dari ilmu akuntansi serta ilmu sosial. Diantara kedua ilmu tersebut dapat dikombinasikan sehingga muncul yang bisa disebut sebagai ilmu akuntansi keperilakuan. Didalam akuntansi keperilakuan akan terlihat perilaku manusia terhadap data-data akuntansi yang dikerjakannya. Dalam mempertimbangkan akuntansi keperilakuan, maka akan muncul aspek sosial didalamnya. Ketika mengkaji tentang akuntansi keperilakuan yang pada dasarnya menyorot perilaku manusia terhadap kontruksi, pembangunan, serta sistem informasi akuntansi yang diterapkan dalam sebuah perusahaan maupun negara, dalam arti dengan akuntansi keperilakuan maka akan terlihat gaya kepemimpinan seseorang tersebut dapat mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dalam perusahaan.
Didalam sistem ekonomi islam mengandung ciri ketuhanan serta moral, dan juga kemanusiaan tentunya. Dalam ekonomi islam memiliki tujuan yaitu salah satunya menciptakan kehidupan manusia yang aman dan sejahtera baik sebagai individu maupun kelompok. Faktor kemanusiaan dalam ekonomi islam mencangkup etika, kebebasan, kemuliaan, keadilan, sikap moderat, dan persaudaraaan.
Melihat dari kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini untuk memulihkan perekonomian negara, mungkin bisa dikatakan menindas kepada kaum yang lemah, bahkan kaum kalangan bawah pun merasa kebingungan entah dalam hal mendapatkan uang, salah satunya lapangan pekerjaan. Pada masa pandemi pekerja banyak yang di PHK, banyak para pengusaha yang memilih gulung tikar, ketika itulah ekonomi islam menjawab, ketika dalam hal membangun moral dalam berusaha mulai miris bahkan minim. Saya sendiri sebagai mahasiswa akuntansi syariah yang dikenalkan dengan kehidupan usaha yang berbasis keislaman. Menurut saya memang penanaman moral-moral mengenai etika bisnis, akuntansi perilaku, serta hal yang menyinggung tentang ekonomi islam kepada para mahasiswa yang bergelut dibidang ekonomi nantinya.
Ketika islam memandang bahwa yang terpenting bukanlah harta kekayaan yang dimiliki. Namun, kerja yang baik serta tidak meninggalkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan didalamnya. Ekonomi islam memiliki ciri khas sendiri yang menandakan bahwa ekonomi islam memiliki nilai moral terutama nilai kemanusiaan salah satunya adalah menyediakan sarana yang baik bagi manusia. Sebagai sarana tatanan ekonomi islam menganjurkan bahwa manusia disuruh berusaha serta memasrahkan hasilnya pada Allah. Ketika memahami lebih dalam lagi ekonomi islam tidak terpaku pada hasil, bahkan ketika kita mendapat hasil yang maksimal dan bahkan lebih-lebih atas dasar kemanusiaan maka disitu wajib bagi kita untuk berbagi kepada sesama manusia bahkan kepada makhluk Allah yang lain. Karena, sejatinya Allah memberi rejeki dari berbagai pintu dan darimanapun itu, bisa juga Allah menitipkan rejeki orang lain melalui kita. Maka dari itu dianjurkan untuk saling berbagi. Bahkan bisa dikatakan harta dan kekayaan itu merupakan suatu alat untuk kita bersosial khususnya berkemanusiaan, contohnya saling mengasihi antara sesama.
Ketika dalam penanaman nilai-nilai ekonomi islam berhasil atau pada dasarnya mampu membentuk jiwa-jiwa manusia yang berperikemanusiaan serta berperikeadilan, maka dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan menimbulkan penindasan, bahkan saling menjatuhkan.
Sistem ekonomi islam memiliki prinsip dasar yang harus dipegang dan yang dijadikan pedoman dalam menjalankan sistem ekonomi yang berbasis keislaman. Sebelumnya saya akan menuliskan sedikit pemahaman saya mengenai prinsip dasar tersebut yaitu setiap individu memiliki kebebasan berpendapat atau membuat keputusan yang mungkin dianggap perlu selama keputusan atau pendapat itu tidak melanggar bahkan menyimpang dari syariat islam, islam tidak melarang bahwa setiap individu mengakui hak harta yang dimiliki serta dalam mencari rejeki selama itu tidak merugikan antara manusia satu dengan yang lainnya, islam mengakui bahwa setiap individu memiliki potensi yang berbeda, islam tidak mengarahkan suatu tatanan yang menunjukan harus ada kesamaan ekonomi, namun islam lebih mengarahkan ke terwujudnya kesamaan sosial, adanya jaminan sosial untuk tiap individu bahwa setiap individu memiliki hak untuk hidup yang selayaknya manusia, dan ada banyak lagi. Karena ketika kita membahas mengenai ekonomi islam tentunya mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, sehingga perlu adanya sekolah khusus misalnya, dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi, salah satunya mereka yang mempunyai minat di bidang ekonomi.
Ekonomi islam juga memiliki aturan-aturan yang tentunya sudah ditetapkan oleh Allah Swt untuk menjalankan kehidupan ekonomi sosial. Didalam aturan tersebut telah ditetapkan batas-batas tertentu terhadap perilaku manusia dalam mencapai kebutuhan ekonomi manusia agar dalam pencapaiannya dapat menguntungkan satu individu namun juga tidak merugikan individu lainnya.
Maka dari itu perlunya pembenahan ekonomi dalam masyarakat khususnya karena ekonomi merupakan penunjang kehidupan yang dapat menciptakan keadilan serta memunculkan rasa kemanusiaan, ketika ekonomi masyarakat sudah tertata maka untuk mencapai kehidupan yang harmonis menciptakan rasa sosial kemanusiaan akan lebih mudah, dalam hal ini pemerintah sangat perlu mengambil peran dalam menata perekonomian masyarakat yang sejahtera, agar tidak terjadi saling menindas, bahkan saling merugikan dalam mencari keuntungan ekonomi. Kebijakan-kebijakan pemerintah tentang perekonomian negara yang mengedepankan keadilan serta terciptanya rasa kemanusiaan sangat dibutuhkan.
Salah satu tujuan utama dari penulisan saya diatas adalah agar terciptanya lebih-lebih untuk membangun sebuah tatanan masyarakat yang berakhlak, kesamaan, keseimbangan, dan keadilan. Dari tujuan tersebut mencangkup semua tatanan kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi. Dengan demikian muncul rumusan-rumusan tujuan ekonomi agar terciptanya tatanan ekonomi negara yang berkeadilan serta berkemanusiaan untuk melahirkan masyarakat yang terbangun dibawah lindungan Allah Swt.
Komentar