Sebuah perjalanan yang begitu dramastis
Andaikan aku tidak dipertemukan
Andaikan aku tidak disini
Entah bagaimana nasib seorang diri yang amat buruk ini
Seorang diri yang terlahir di antara semak-semak
Jauh dari lingkungan pesantren
Sungguh miris seorang anak yang terlahir di desa pelosok tengah hutan
Jauh dari jarah tangan mereka yang paham Agama
Sebuah perjalanan yang begitu panjang
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun, pengorbanan demi pengorbanan
Kini telah sampai pada yang terang, dimana Sang Maha Cinta telah memberi petunjuk, setelah do'a terucap beribu-ribu malam
Kini aku paham bahwa Rahmat Tuhan akan datang di saat yang tepat setelah usaha diperjuangkan
Kini aku telah diantarkan kepada sebuah revolusi diri yang dulu amat begitu hitam kini menjadi putih, walaupun putih gelap
Pada waktu malam telah datang sebuah bayangan, dia bilang "Bersyukurlah kalian yang terlahir diantara orang alim, ulama, dilahirkan di antara lingkungan pesantren sehingga sesuatu yang masuk pertama yang berkenalan pertama dengan dirimu adalah sebuah kebaikan tentang Agama"
"Nuturi kui gampang, seng angel kui nompo Pitutur"
Dawuh Abah Yai Muhaimin
MAN 3 BOJONEGORO, 29 AGUSTUS 2022
Komentar